Sempat Viral, Cerita Kematian Prajurit di Yonif Raider 715/MTL

GLOW in the Dark  
- Seorang prajurit TNI AD, Prada Candra Gerson Kumaralo, tewas diduga akibat dianiaya. Kabar tewasnya Prada Candra sempat ramai di dibahas di media sosial (medsos). 

TNI AD telah memproses kasus tewasnya personel Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 715/MTL tersebut. Enam oknum anggota Yonif Raider 715/MTL diproses hukum oleh Polisi Militer Kodam XIII/Merdeka. 

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Tatang Subarna dalam keterangannya menjelaskan compositions hukum kasus tersebut masih terus berjalan. 

Seorang prajurit TNI AD, Prada Candra Gerson Kumaralo, tewas diduga akibat dianiaya. Enam oknum anggota Yonif Raider 715/MTL diproses hukum Pomdam Merdeka (dok Dispenad)Keenam oknum telah selesai diperiksa Tim Pomdam Merdeka (dok. Dispenad) 

"Keenam oknum terduga yang melakukan penganiayaan terhadap Prada Candra Gerson Kumaralo," customized organization Brigjen Tatang dalam keterangannya, Sabtu (4/9/2021). 

Dia mengatakan keenam oknum personel Yonif Raider 715/MTL itu telah selesai diperiksa Tim Penyidik Polisi Militer Kodam XIII/Merdeka. Para oknum pelaku penganiayaan tersebut akan diproses lebih lanjut ke Pengadilan Militer. 

"Berkas perkara seluruh tersangka telah dilimpahkan ke Oditur Militer IV-18 Manado pada 23 Agustus 2021," katanya. 

Seorang prajurit TNI AD, Prada Candra Gerson Kumaralo, tewas diduga akibat dianiaya. Enam oknum anggota Yonif Raider 715/MTL diproses hukum Pomdam Merdeka (dok Dispenad)Terduga oknum penganiaya akan segera dibawa ke pengadilan militer (dok. Dispenad) 

Dia mengatakan, sesuai penegasan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, TNI AD akan bersikap terbuka dalam compositions penegakan hukum bagi oknum prajurit yang melanggar peraturan dan perundangan. 

"Selanjutnya TNI Angkatan Darat akan terus mengawal compositions hukum ini di Oditur Militer IV-18 Manado sampai dengan Pengadilan Militer sampai tuntas," tegasnya. (Detik.com)